Beranda / Pangkalpinang / Usai Nahdliyin Gelar Doa Bersama, Alhamdulillah Pangkalpinang Diguyur Hujan

Usai Nahdliyin Gelar Doa Bersama, Alhamdulillah Pangkalpinang Diguyur Hujan

Selain Prof Udin dan Syarli hadir semalam dalam peringatan Hari Santri oleh PCNU Pangkalpinang, Sekretaris Tanfidziah PWNU Babel, H Darwis Netta. Ia menekankan bahwa nilai utama dari peringatan Hari Santri tahun ini adalah keberanian agar hadir dan membantu masyarakat keluar dari himpitan ekonomi.

Acara diawali dengan pembacaan mahalul qiyam dan Istighosah Qubro pimpinan Ustadz Andi Usman serta Tausiyah Kebangsaan oleh Ustadz Ichsan Habibi. Baru kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan doa bersama untuk kebaikan serta keberkahan Kota Pangkalpinang.

“Semangat kita hari ini bukan lagi melawan penjajah fisik, tetapi berjuang keluar dari himpitan persoalan di sekitar kita, terutama masalah ekonomi. Aksi kepedulian dan aksi nyata seperti santunan ini adalah bukti bahwa PCNU hadir menyemangati warga dan membantu sesama,” ujar Darwis.

Perlu diketahui, Hari Santri lahir dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Saat itu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari menyerukan kewajiban membela tanah air. Seruan itu menggerakkan santri serta ulama berdiri di garis depan mempertahankan kemerdekaan. “Jihad kita saat ini bagaimana masalah ekonomi tidak lagi jadi himpitan warga,” kata Darwis.

Hadir juga Rois Syuriah PCNU Pangkalpinang KH Tumiran Ganefo, Ketua Tanfidziah KH Firmantasi, Sekretaris Tanfidziah A Sukri Ahkap. Mereka bersama dengan Walikota, Plh Sekda dan Darwis menyantuni 64 kaum duafa. Ketua Tanfidziah PCNU Pangkalpinang, KH Firmantasi, menyampaikan fungsi pesantren dan lembaga keagamaan di bawah naungan NU. Kini tidak hanya terbatas pada pendidikan dan dakwah, tetapi juga pemberdayaan serta kepedulian sosial masyarakat.

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *