PANGKALPINANG, Wartanewsonline.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi membuka bursa kerja atau Job Fair Tahun 2026 di Gedung Serba Guna Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran serta memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal dan lulusan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dengan didampingi Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang.
Prof. Saparudin menyampaikan bahwa pelaksanaan Job Fair yang digelar rutin setiap tahun ini sengaja dipusatkan di lingkungan kampus untuk mendekatkan pelayanan tenaga kerja dengan dunia akademis.
“Tahun ini sengaja kita laksanakan di kampus ISB Atma Luhur. Ini memiliki makna tersendiri bahwa pemerintah kota harus mendekatkan diri ke lingkungan kampus, sebab kampus adalah tempat anak-anak kita yang kelak akan melangkah ke dunia kerja,” kata Saparudin dalam sambutannya.
Saparudin menyoroti tantangan besar yang dihadapi para lulusan perguruan tinggi saat ini. Menurutnya, keterbatasan lapangan kerja membuat persaingan semakin ketat, baik di tingkat lokal maupun luar daerah Bangka Belitung. Oleh karena itu, perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair kali ini merupakan dunia usaha yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja secara nyata.
Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memacu pembukaan lapangan kerja baru melalui skema investasi, pengembangan usaha swasta, hingga optimalisasi peran BUMN dan BUMD di wilayah Kota Pangkalpinang.
Selain memperluas kesempatan di dalam negeri, Pemkot Pangkalpinang juga aktif memfasilitasi pengiriman tenaga kerja profesional ke luar negeri.
“Kemarin bersama pihak BP3MI, kita telah melaksanakan pelatihan untuk pengiriman tenaga kerja profesional ke Arab Saudi. Program ini terus kita gulirkan secara berkelanjutan,” ujar Walikota.
Saparudin menjelaskan bahwa pelatihan ketenagakerjaan yang difasilitasi oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan RI tidak boleh sekadar formalitas. Setiap peserta wajib dibekali kompetensi teruji dan sertifikasi berstandar nasional.
“Pelatihan ini tidak boleh biasa-biasa saja. Harus ada kompetensi dan sertifikasi minimal tingkat nasional. Dengan begitu, anak-anak kita tidak hanya siap bekerja di Pangkalpinang, tetapi juga memiliki daya saing untuk bekerja di Jakarta, daerah lain di Indonesia, bahkan luar negeri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemkot Pangkalpinang saat ini tengah menyiapkan program rekrutmen dan pelatihan intensif untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang. Para peserta akan menjalani program pelatihan terpusat berbasis asrama selama kurang lebih enam bulan guna memastikan kesiapan soft skill, bahasa, dan kedisiplinan sebelum diberangkatkan.
(*)






