PANGKALPINANG, Wartanewsonline.com — Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Pangkalpinang meningkat ditahun 2025 hingga mencapai 111 persen.
Menurutnya, untuk optimalisasi masih belum mencukupi. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya guna mengatasi dan menjaga kebocoran dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan langkah Digitalisasi.
“Guna menjaga kebocoran PAD dan langkah yang sudah kita ambil salah satunya adalah menyelesaikan digitalisasi parkir, digitalisasi sampah maupun digitalisasi restoran, maupun digitalisasi PDAM. ,” ucap Prof Saparudin, Senin (13/07/26).
Ia menilai, langkah-langkah digitalisasi tersebut diambil tidak lain untuk mengantisipasi kebocoran-kebocoran pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Pangkalpinang.
“Melalui digitalisasi ini, masyarakat Kota Pangkalpinang langsung bisa membayar secara sistem digital sehingga pembayaran tersebut langsung masuk kepada KAS Daerah ataupun Bank Mitra Pemerintah,”ungkapnya.
Dengan sistem Digitalisasi ini, Prof Saparudin berharap masyarakat Kota Pangkalpinang bisa mendukung upaya-upaya tersebut.
“Yang pasti,tidak ada upaya untuk menaikkan nilai retribusi. Misalnya, tarif parkir masih Rp 1000. Kemudian retribusi sampah masih tetap nilai yang lama. Intinya, ada keadilan di masyarakat jangan sampai ada yang membayar ataupun tidak membayar,”katanya.
“Semua ini kita lakukan demi keadilan dan pengoptimalan peningkatan PAD, sehingga pembangunan difokuskan apa yang dibutuhkan masyarakat. Ke depan kita ingin mengurangi ketergantungan kepada pemerintah pusat,”pungkasnya.
(*)







