PANGKALPINANG, Wartanewsonline.com – Dana transfer pusat untuk Kota Pangkalpinang tahun 2026 nihil. Padahal biasanya Rp200 miliar. Walikota Pangkalpinang Profesor Saparudin menyebut itu membuat belanja modal anjlok.
“Belanja modal kita sangat kecil sekali, tidak sampai 5 persen,” kata Saparudin usai rapat coaching dengan Kemendagri, Senin 8/6/2026 di Smart Room Center Kantor Wali Kota.
Saparudin mengaku kaget karena dana transfer pusat langsung dipotong 100 persen. Padahal saat menyusun APBD 2026 di 2025, pemkot sudah antisipasi dengan menghapus Rp200 miliar itu dari postur.
“Tapi dari pusat ternyata transfernya nol. Itu yang bikin kita harus efisiensi banyak sektor,” ujarnya.
Ia menyarankan ke depan pemotongan bertahap. “Jangan langsung 100 persen dipotong,” katanya.
Untuk menutup lubang, Pemkot efisiensi besar-besaran. Perjalanan dinas dipotong Rp13 miliar dari pagu Rp39 miliar. “Kita sudah motong 33 persen, sementara kementerian minta 20 persen,” kata Saparudin.
Akibat dana pusat nol, belanja infrastruktur ikut kena. “Kita mengharapkan belanja modal seperti infrastruktur itu dari dana transfer pusat,” ucapnya.
Dalam analisa Kemendagri, APBD 2026 Pangkalpinang dinilai baik di beberapa indikator. Stunting di atas rata-rata nasional. Kemiskinan di bawah rata-rata nasional. IPM jauh di atas nasional.
“Cuma memang pengangguran masih di atas rata-rata nasional, tapi sedikit,” kata Saparudin.
Soal pendapatan, Saparudin bilang PAD Pangkalpinang tertinggi di Babel. Tapi untuk median nasional, masih kurang Rp24 miliar.
“Kita tidak akan ada kenaikan tarif PBB, sampah, parkir. Yang kita lakukan optimalisasi pendapatan,” tegasnya.
Sumber optimalisasi: retribusi sampah, parkir, dan pajak. Selain itu PDAM cetak laba Rp4 miliar tahun 2025. “Kita dapat share profit sekitar Rp600 juta, 15 persen dari laba,” ujarnya.
Rapat coaching dengan Kemendagri itu khusus untuk Kota Pangkalpinang. “Untuk coaching-nya masing-masing daerah,” kata Saparudin.
(*)







