Beranda / Pangkalpinang / Gedung Geriatri RSUD DH Diresmikan, Fokus Layanan Berobat untuk Lansia

Gedung Geriatri RSUD DH Diresmikan, Fokus Layanan Berobat untuk Lansia

Pangkalpinang, Wartanewsonline.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat layanan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia). Hal itu ditandai dengan peresmian Gedung Geriatri RSUD Depati Hamzah, Sabtu (5/9).

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin Masyarif atau Prof. Udin mengatakan, gedung tersebut disiapkan bukan sekadar sebagai tempat pemeriksaan medis. Lebih dari itu, fasilitas geriatri diharapkan menjadi ruang pelayanan yang membuat lansia merasa nyaman, tidak kaku, dan lebih mudah mendapatkan perawatan.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269. Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan donor darah serta pelepasan pegawai purna bakti UPTD RSUD Depati Hamzah.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Sekda Kota Pangkalpinang Budianto, Ketua TP PKK Pangkalpinang Hj. Susanti Saparudin, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, dokter dan tenaga kesehatan RSUD Depati Hamzah, komunitas geriatri, peserta program pengelolaan penyakit kronis, sekolah lansia serta para pegawai purna bakti.

Menurut Prof. Udin, layanan khusus diperlukan agar lansia tidak harus mengikuti antrean panjang sebagaimana pasien di poliklinik umum.

“Ini merupakan satu program strategis Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih khusus. Kalau di poliklinik sebelah, kemudian ke sini khusus yang lansia supaya mereka tidak perlu antre,” ujar Prof. Udin.

Gedung tersebut dilengkapi ruang pemeriksaan dokter, fisioterapi dan ruang pertemuan. Tersedia pula layanan pendukung untuk membantu kebutuhan fisik maupun psikologis lansia.

Konsep pelayanan sengaja dibuat lebih santai. Prof. Udin ingin lansia merasa seperti berada di lingkungan yang akrab.

“Pokoknya bikin lansianya seperti di rumah sendiri,” katanya.

Bagi Prof. Udin, kesehatan lansia tidak hanya berkaitan dengan pengobatan. Interaksi sosial juga penting agar mereka tetap aktif dan bahagia.

Karena itu, ruang pertemuan di gedung geriatri diharapkan dapat menjadi tempat lansia berkumpul, bersilaturahmi hingga bernostalgia bersama teman sebaya.

“Lansia ini suka ngobrol, cerita-cerita masa lalu, reuni. Kita harapkan tempat lansia ini bisa jadi tempat reuni, para orang tua nanti ketemu sama kawannya,” tuturnya.

Pembangunan fasilitas geriatri juga diarahkan untuk mendukung peningkatan angka harapan hidup masyarakat Pangkalpinang.

Prof. Udin menyebut usia harapan hidup warga Pangkalpinang saat ini berada di kisaran 72 hingga 75 tahun. Ia berharap peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dapat mendorong angka tersebut lebih tinggi.

“Tujuan akhir daripada pendirian geriatri ini adalah bagaimana kita meningkatkan harapan hidup masyarakat Kota Pangkalpinang,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkot Pangkalpinang tengah menyiapkan basis data dan rekam medis khusus lansia. Data tersebut dinilai penting agar tenaga kesehatan memiliki gambaran menyeluruh mengenai kondisi setiap pasien, termasuk riwayat hipertensi, diabetes maupun penyakit kronis lainnya.

Pemeriksaan berkala nantinya dapat dilakukan melalui puskesmas maupun unit geriatri RSUD Depati Hamzah.

Tidak berhenti di fasilitas rumah sakit, pemerintah juga menyiapkan pengembangan layanan homecare. Konsep tersebut ditujukan bagi lansia yang mengalami keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Prof. Udin bahkan membayangkan adanya kendaraan khusus yang dapat mendatangi lansia di rumah.

“Kalau ada lansia sakit, telepon Pak Tamrin, sakit langsung datang pakai mobil menemui para lansia, mengobatinya. Kalau memang perlu dibawa ke rumah sakit, bawa ke unit gawat darurat,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak menunggu sampai penyakit menjadi berat untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan rutin, kata dia, penting untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin.

Prof. Udin juga menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Pemkot Pangkalpinang, kata dia, terus mendorong pelayanan kesehatan yang adil tanpa membedakan kemampuan ekonomi warga.

“Kita berharap layanan-layanan kesehatan di Kota Pangkalpinang ke depannya menjadi lebih baik kepada seluruh masyarakat dengan keadilan, tidak pandang bulu. Masyarakat yang berpenghasilan rendah, sedang, tinggi, kita semua sama,” ujarnya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat mengenai program layanan kesehatan Kota Pangkalpinang yang memungkinkan warga mendapatkan pelayanan berobat dengan menggunakan KTP.

Pemkot juga menyiapkan anggaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk warga kurang mampu yang kesulitan membayar iuran BPJS.

“Pemerintah kota menyiapkan anggaran yang cukup untuk melayani masyarakat yang memerlukan,” katanya.

Keberadaan Gedung Geriatri mendapat sambutan positif dari kalangan lansia. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya digunakan ketika sakit, tetapi menjadi ruang untuk menjaga kesehatan, tetap aktif dan mempertahankan kemandirian.

“Kami mewakili para lansia berharap dengan adanya gedung Geriatri ini bukan hanya tempat berobat saja, tetapi jadi tempat kami tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif bersama keluarga kami,” ujar perwakilan lansia.

Peresmian Gedung Geriatri menjadi salah satu penanda Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269. Bagi Prof. Udin, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur.

Kualitas pendidikan, kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat juga menjadi bagian penting dari wajah Pangkalpinang ke depan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 250 ribu jiwa, ia ingin Pangkalpinang tumbuh sebagai kota yang nyaman, bersih, tertata serta mampu memberikan pelayanan publik yang mudah dijangkau.

“Kita ingin wujudkan menjadi kota yang nyaman, kota yang bersih, tertata rapi. Warga masyarakatnya nyaman, pendidikannya nyaman, kesehatannya nyaman, warga bisa dilayani dengan baik,” ucapnya.

Prof. Udin turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Pangkalpinang yang telah menyetujui anggaran pembangunan Gedung Geriatri, serta Forkopimda, perangkat daerah dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

Kini, tantangannya adalah memastikan gedung itu benar-benar hidup dan dimanfaatkan. Bukan hanya ketika lansia datang dalam kondisi sakit, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan yang mendorong mereka tetap sehat, aktif, mandiri dan produktif.

“Pemerintah Kota Pangkalpinang akan berupaya secara terus-menerus untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakatnya,” pungkas Prof. Udin.

(*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *