Beranda / Pangkalpinang / Silahturahmi Forkopimcam, Prof Saparudin ajak Semua Jaga Kawasan Resapan Air Guna Meminimalisir Banjir

Silahturahmi Forkopimcam, Prof Saparudin ajak Semua Jaga Kawasan Resapan Air Guna Meminimalisir Banjir

PANGKALPINANG, Wartanewsonline.com – Wali Kota Pangkalpinang Saparudin meminta seluruh aparatur Kecamatan Gerunggang menjaga kawasan resapan air, melindungi aliran sungai, dan mencegah pembangunan yang berpotensi memperparah banjir. Ia menegaskan, Gerunggang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan hidup Kota Pangkalpinang.

Pesan tersebut disampaikan Saparudin saat menghadiri kegiatan nganggung dalam rangka ramah tamah dan mempererat silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama pegawai se-Kecamatan Gerunggang di Aula Kantor Camat Gerunggang, Kamis (29/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Saparudin didampingi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Camat Gerunggang, serta para lurah se-Kecamatan Gerunggang.

Menurut Saparudin, Gerunggang merupakan kawasan penyangga yang memiliki fungsi penting bagi ekosistem perkotaan. Kerusakan lingkungan di kawasan tersebut dapat berdampak luas terhadap kondisi sungai, kualitas air, hingga risiko banjir di sejumlah wilayah Pangkalpinang.

“Gerunggang ini adalah kawasan penting bagi kelangsungan hidup Kota Pangkalpinang. Tinggal Gerunggang inilah yang bisa memberikan keselamatan kepada Kota Pangkalpinang dari sisi lingkungan dan ekosistem,” ujarnya.

Ia mencontohkan kerusakan kawasan mangrove di sejumlah wilayah serta perubahan kondisi Sungai Rangkui yang dahulu memiliki air jernih, tetapi kini semakin keruh akibat kerusakan lingkungan di kawasan hulu, termasuk Bukit Mangkol dan Pedindang.

Saparudin mengingatkan bahwa kerusakan alam tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga menghilangkan kekayaan alam yang seharusnya dapat dinikmati generasi mendatang.

“Anak cucu kita tidak akan ketemu lagi. Ini akibat ulah kita sendiri,” katanya.

Kawasan resapan air harus dilindungi

Saparudin juga menyoroti pembangunan permukiman di kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air, khususnya di wilayah Kulan, Kecamatan Gerunggang.

Ia mengungkapkan, sejumlah kompleks perumahan di kawasan tersebut mengalami banjir. Berdasarkan informasi yang diterimanya saat meninjau lokasi, terdapat sekitar tujuh hingga delapan kompleks perumahan yang terdampak.

Menurut dia, persoalan tersebut perlu ditangani dengan memperhatikan karakteristik kawasan, aliran sungai, serta fungsi alami lahan sebagai tempat penampungan dan penyerapan air.

“Kulan itu adalah daerah resapan air,” tegasnya.

Ia meminta camat dan lurah meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan di sekitar sungai. Aparatur wilayah diminta tidak membiarkan pembangunan yang melanggar ketentuan sempadan sungai.

Saparudin menegaskan, kawasan sempadan sungai harus dilindungi dan tidak boleh dimanfaatkan secara sembarangan untuk mendirikan bangunan permanen. Ia juga meminta agar pengawasan dilakukan secara konsisten serta berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja apabila ditemukan pelanggaran.

Menurutnya, penyelamatan sungai harus menjadi tanggung jawab bersama karena penanganan kerusakan yang telah berlangsung lama membutuhkan upaya dan sumber daya yang besar.

“Selamatkanlah Gerunggang ini,” ujarnya.

Gagasan harus diwujudkan menjadi inovasi

Selain persoalan lingkungan, Saparudin mendorong aparatur pemerintah di Kecamatan Gerunggang membangun budaya kerja yang tidak berhenti pada diskusi dan gagasan, tetapi berlanjut pada tindakan nyata.

Ia mengatakan, forum silaturahmi dapat dimanfaatkan sebagai ruang bertukar pikiran, menyampaikan persoalan di lapangan, serta merumuskan langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, gagasan yang baik tidak akan menghasilkan perubahan apabila tidak diwujudkan melalui inovasi dan pelaksanaan yang konkret.

“Inovasi itu artinya adalah sebuah kreasi yang diwujudkan. Kalau ada kreasi, tidak diwujudkan, tidak jadi apa-apa. Hanya menjadi pikiran saja,” katanya.

Ia mencontohkan penataan lingkungan kantor kecamatan melalui penanaman pohon dan penyediaan ruang terbuka yang nyaman. Menurutnya, langkah sederhana dapat diwujudkan melalui gotong royong apabila seluruh aparatur memiliki kemauan dan komitmen bersama.

Saparudin juga mengingatkan para pegawai agar tetap istiqamah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa jabatan dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat.

Dorong pemerataan akses pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Saparudin turut memaparkan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan di wilayah Gerunggang dan sekitarnya.

Ia menyebut pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang sebagai salah satu upaya menjawab kebutuhan masyarakat, terutama warga Tua Tunu dan Kacang Pedang yang selama ini menghadapi kendala jarak untuk mengakses sekolah negeri.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan pembangunan SMP Negeri 12 di dekat kawasan SMA Negeri 5. Menurut Saparudin, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah Gerunggang.

“Orang Tua Tunu jerit, enggak bisa sekolah. Karena jauh,” ujarnya, menggambarkan persoalan akses pendidikan yang sebelumnya disampaikan masyarakat.

Ia berharap pengembangan fasilitas pendidikan tersebut dapat membantu menyelesaikan persoalan akses sekolah negeri, sekaligus mendukung pemerataan layanan pendidikan di Pangkalpinang.

Saparudin menegaskan, pembangunan wilayah harus dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan permukiman, perlindungan lingkungan, dan penyediaan fasilitas publik.

Melalui penguatan koordinasi antara camat, lurah, dan seluruh aparatur, ia berharap Kecamatan Gerunggang dapat berkembang sebagai kawasan permukiman yang nyaman, memiliki lingkungan yang terjaga, serta mampu mendukung keberlanjutan pembangunan Kota Pangkalpinang.

(°)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *